There is no love without forgiveness, and there is no forgiveness without love.
When you finally let go of the past, something better comes along.
_____________________________
Nama ku Makita Yuuri,
duduk dibangku kelas 12 kesenian di SMA Suimei. Bagiku setiap hari sama saja, aku merasa bosan dimanapun. Disekolah aku
biasa menyendiri, oh tidak namun aku bersama ipod ku, laptop, dan beberapa
komik yang sering kubawa. Dan tidak ada yang terganggu akan hal itu, mereka juga
tidak peduli ada tidak ada aku pun tidak merubah suasana dikelas ini.
"Test..Test..
"
"Selamat
pagi anak-anak, semester dua sudah mau habis sekolah mengadakan Festival USU(Universitas
Suimei) untuk akhir semester dua kalian, bagi kelas kesenian harus
menyumbangkan drama yang tediri dari beberapa kelompok dengan tema Romeo dan
Juliete yang kedua membuat pertunjukan tarian
Kabuki (tarian tradisional Jepang). Pilihlah salah satu tema untuk kelompok
kalian,sekian terimakasih".
Apa!!apa
yang difikirkan sekolah ini dengan membuat acara yang begitu membosankan untuk
akhir semeter apa tidak ada yang lain?hm aku sangat tidak tertarik lalu apa
yang harus aku lakukan kalau tidak mengikuti ini bisa-bisa aku tidak lulus.
Aku sangat kaget
mendengar nya , akhir semester aku sekolah diJepang dan baru kali ini aku harus
mengikuti kegiatan ini. Jadi aku tidak ambil pusing dengan acara itu lebih baik
aku diam saja.
"Aduh, siapa
yang melempar ini?".
Sebuah gumpalan
kertas mengenai kepalaku, ternyata ada isinya.
"Yuuri maukah kau membuat drama dengan kami ,
dari Kamiigusa Misaki, Naru ,dan
Akeno".
Aku
melirik-lirik disekitarku.
Apakah mereka
yang senyum-senyum itu?
Sial apa yang akan
terjadi selanjutnya, hmm apa boleh buat aku akan ikut mereka lagian tidak ada
anak laki-lakinya, aku ragu mereka yang mana tapi aku akan ikut acara
membosankan ini.
"KEIMAA!!!!"
"Keimaaaa...maukah
kau bergabung dengan kami?"
"Keima
pilihlah kelompok kami!!"
"Keima...Keima..!!".
"Hey, biar
dia yang memilih!"
"Minggir!
Keima pasti memilih aku"
"Ukh
berisik!"
Apa yang mereka fikirkan itu, dia kira laki-laki itu menarik,dasar laki-laki suka tebar pesona. Sorata Keima, dia adalah murid laki-laki populer disekolah SMA Suimei dengan wajah tampan dan bakat seni luar biasa yang dimilikinya.
TENG TENG TENG TENG
Saat-saat yang
aku tunggu adalah jam pulang. Hari yang melelahkan dan sangat membosankan, dari
hari ke hari semua tidak ada yang berubah. Aku sangat benci dikuntit, Sorata
Keima bukan hanya populer namun dia sangat menyebalkan, saat aku baru pindah
kesekolah ini dia selalu mengikutiku kemanapun aku pergi
"Berhenti
mengikutiku!"
"Kenapa kau
selalu mengikutiku dimana aku pergi,dan sekarang apa? kau mau tau rumahku
dimana? Kenapa dengan dirimu dasar laki-laki aneh. Jangan mengikutiku aku benci
laki-laki".
"Hah,
jangan terlalu percaya diri rumahku juga lewat sini" dengan gaya keima
yang selalu memiringkan kepala dan alisnya yang menaik membuatku muak.
"Yasudah,terserah
saja".
Keesokan
harinya, dikelas, bangkuku diramaikan para wanita. Laki-laki itu seperti magnet
,selalu
saja ada perempuan yang tertarik olehnya. Lalu hari ini apa? Huff
saja ada perempuan yang tertarik olehnya. Lalu hari ini apa? Huff
"Keima,kau
sungguh melakukan ini?"
"Keima,apa
pilihanmu tidak salah?"
"Kamu salah
pilih kelompok Keima, mereka hanyalah orang aneh yang tidak berbakat".
Yaampun apa yang dilakukan orang bodoh ini dikursi ku?
"Hei apa yang kau lakukan dikursi ku cepat berdiri".
"Tidak,aku akan sekelompok denganmu buanglah rasa gengsimu itu aku tau kau senang masuk kelompok denganmu" jawab Keima dengan senyuman.
Aku hanya tidak mau membuang tenagaku untuk
berdebat dengannya karena semalam aku tidak bisa tidur karna terus berfikir
acara bodoh ini,apa boleh buat akan kutambah sedikit bumbu kesabaran untuk kali
ini walaupun aku sangat tidak ingin akan kujalankan saja , lebih baik jika
cepat selesai aku tidak mau berlanjut lama dengan laki-laki itu,menyebalkan.
Setelah berkumpul dengan perempuan yang melempar kertas kemarin kami sepakat untuk memainkan drama Romeo dan Juliete , tidak tetapi itu adalah pilihanku karena aku tidak terlalu tau bagaimana tarian Kabuki itu.
Aku menjadi
Juliete dan Keima menjadi Romeo dan ini keputusan empat berbanding satu dan aku
kalah.
Teriak
Misaki,Naru dan Akeno.
"Wah Yuuri
apakah ini rumahmu?sangat besar dan mmm mana orang tua mu? apakah mereka
bekerja pada jam segini?"
"Ini ruang
tempat kita latihan semoga kalian nyaman"memotong omogan mereka.
Hari sudah hampir malam setelah banyak berdialog dan memainkan skenario membosankan ini akhirnya mereka pulang dan ...
"Bolehkah aku meminta nomor ponselmu? bisakah kau berbicara sedikit tentang dirimu? bisakah kita sedikit lebih dekat dan lebih akrab ?" Tanya Keima.
"Tidak,pergilah
aku lelah"
Lalu Keima memegang kepalaku dan tersenyum dan dia pergi , jantungku berdebar aku hanya terdiam tidak tau apa perasaan ini tetapi aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi hujan waktu itu, tidak akan lagi.
Namun semenjak
hari itu aku dan teman-teman sekelompok ku lebih akrab karena tiap-tiap hari
kami berdiskusi dan mengumpul bersama , aku dan Keima menjadi sangat dekat kami
terkadang saling tertawa bersama, mambaca komik berdua dan memilih film, dan
terkadang dimalam hari Keima sering menelfonku, tidak disangka hari-hariku
tidak lagi membosankan, aku sekarang lebih sering tersenyum dan tertawa
sepertinya aku menyukai Keima saat dia bilang menyukaiku namun aku tidak
menganggap itu serius dan kami tetap menjalankan hari-hari berdua dan bersama
tiga teman baikku.
Kuharap hari berikutnya tidak akan pernah terjadi seperti hujan kemarin.
Kuharap hari berikutnya tidak akan pernah terjadi seperti hujan kemarin.
Pada jam
istirahat aku , Nora , Misaki , Akeno dan Keima biasnya nya makan sambil
membicarakan drama kami ditaman belakang sekolah. Saat bel sudah berbunyi
temanku sudah menuju kekelas saat aku mengemaskan barang ku Keima menggengam
tanganku lalu tiba-tiba dia menatapku dan berkata
"Maukah kau Makita Yuuri menjadi pacarku?"
Aku langsung
terdiam angin ditaman menjadi sangat kuat dan membuat jantungku berdebar
kencang
sambil melihat matanya
sambil melihat matanya
"Haha
jangan pasang muka jelek itu, aku tak memaksamu menjawabnya sekarang aku akan
menunggumu sampai tau menjawab apa, akan kutunggu" Jawab Keima dengan
gayanya yang memiringkan kepala dengan senyuman manis itu lalu dia pergi menuju
kekelas.
Aku masih terdiam dengan apa yang diucapnya, aku suka padanya namun ntah rasa apa yang membuatku tidak bisa menjawab dengan cepat pertanyaan itu. Dasar Keima kau bisa membuat ku gila. Akan ku lupakan sejenak tentang hal itu.
Seperti biasa ,
sepulang sekolah kami langsung kerumahku untuk menyelesaikan drama yang tinggal
2 minggu lagi siap kami tampilkan.
Krek..krek
"Silahkan ma..."
"Elsie...
apakah itu kamu? I miss you so much honey"
Suara dari kejauhan yang berlari langsung memelukku, oh ternyata dia ibuku hm tidak dia ibu tiri ku , Elsie Marria adalah namaku sewaktu aku masih di Inggris
"Apa yang kau lakukan disini, darimana kau tau alamat rumahku, sejak kapan kau disini , kenapa seenaknya masuk kerumahku, pergilah kau hanya mengganguku" .
"Sayang ,
apakah itu sambutan yang baik untuk ibumu? Ibu baru saja sampai lalu ini sapaan
mu?".
diamlah kau juga bukan ibuku,tetap tenang Yuuri tenanglah jangan menangis.
"Apa yang akan kau lakukan dengan koper-koperku Elsie? Kau sangat tidak sopan pada ibumu!" jawab ibu tiriku saat aku membawa kopernya keluar rumah.
Melihat semua ekspresi teman-temanku hanya terdiam aku sangat tidak ingin mereka melihat keributan ini, mungkin aku akan mengeluarkan amarahku tanpa mereka melihatnya aku tak ingin menunjukan siapa diriku yang sebenarnya hanya menambah beban saja bila mereka mengetahuinya dan lebih ingin mengenal siapa aku.
"Kalian masuklah keruang latihan aku akan menyusul"
Mereka menuruti apa kataku tanpa mengeluarkan sedikit katapun entah apa yang akan mereka fikirkan tentang aku
"Jangan
panggil aku dengan sebutan itu atas hak apa kau memanggil nama yang dipanggil
ibuku! Pergilah ke Inggris dan jangan pernah kembali dan juga kau bukan
ibuku!" Teriakku dan sambil mengeluarkan air mata
Tanpa kata dia
hanya melihatku mungkin dia tau bagaimana perasaanku, ini sering terjadi bila
kami bertemu, dia langsung pergi dan hanya meninggalkan kotak yang dibawanya
isi kotak itu yang biasa dikirim ayah dari Inggris untuk keperluanku diJepang
tetapi aku tak pernah membukanya.
Saat aku kembali
keruangan , aku dan teman-teman melanjutkan latihan drama namun mereka tidak
menanyakan apapun yang terjadi antara aku dan ibu tiriku barusan atau mungkin
saja mereka tidak ingin ikut campur tetapi Keima tidak berhenti menatapku
seperti tanda khawatir tapi dia tidak berbicara apa-apa.
Sial gara-gara bertengkar dengannya kepalaku menjadi sakit sudah bertahun tahun saat dia dihadapanku lagi hanya membuat derita saja dikepalaku, Ibu kau baik-baik saja disana? apakah kau melihat aku bertengkar lagi hari ini? hehe maaf Ibu aku tidak akan lupa mengkompres kepalaku ibu tenang saja dan jangan khawatir sekarang aku tidak lagi sendiri aku mempunyai teman dan laki-laki yang sangat baik denganku.
Terimakasih teman , tawa kalian adalah obatku.
"Hey Yuuri kami pulang dulu ya , kau
istirahatlah ku tau kau sangat lelah" ucap mereka dan sambil memelukku
Keima hanya memegang kepalaku dan mengasihi senyuman.
Hari yang
panjang ya , aku hanya menghela nafas dan melambaikan tangan kepada mereka.
Dub..
dub..dub..dub
"Huaah pagi
yang cerah" kuharap hari ini tidak
seperti hujan kemarin , sangat menyebalkan ketika membuat kepalaku sakit , di Stasiun selalu ramai ya hm apakah
keramaian ini akan berkurang jika tidak ada aku? Sepertinya tidak, aku bukan
lah Elsie lagi yang bisa membuat sesuatu berkurang, ah keretanya! Siapa itu?.
Perasaan apa ini? Aku terdiam, Ibu ah aku mengeluarkan air mata. Apakah itu benar Keima? Dan siapa perempuan itu? Apa yang Keima lakukan bersamanya, mengapa mereka hanya pergi berdua, dan kenapa Keima mengasihi senyumannya kepada perempuan itu?
"Keima kau..."
... aku akan menunggumu sampai kau akan
menjawabnya, akan kutunggu...
Saat aku menangis Keima melihatku dari kaca jendela kereta, dan sepertinya dia ingin keluar kereta namun sudah terlambat kereta sudah berjalan dan dia masih melihatku.
Ibu hujan lagi...
Aku tidak berjalan kesekolah , aku hanya pergi
kesebuah taman dan duduk disebuah ayunan untuk menenangkan diriku.
...aku akan menunggumu sampai tau menjawab apa, akan kutunggu...
Dasar bodoh kenapa aku harus menyukainya dan
berfikir seolah-olah aku dapat meraih kebahagiaan lagi , lebih baik aku sendiri
saja dan tidak lagi mengenal teman , saudara ataupun laki-laki , lebih baik aku
sendiri dan tidak akan membuat ku berfikir seperti sekarang , apa yang harus
kulakukan bu...
Setiap malam setelah hari itu, Keima menelfonku terus menerus dan mengirim pesan yang sangat banyak dan aku tidak mempedulikannya , aku hanya diam dikamarku dengan ipodku yang bisa membuatku senang.
Huff besok aku
harus kesekolah, ntah apa yang harus aku lakukan jika aku bertemu dengan Keima
mungkin saja kalau bukan karena harus mengikuti ujian aku tidak akan datang
repot-repot membuang waktuku melihatnya dengan perempuan itu lagi, seperti
hujan kemarin yang akan membuatku terluka.
TENG TENG TENG TENG
Bel sudah
berbunyi , aku tidak melihat Keima, apa yang terjadi padanya?
Ah masa bodoh , kenapa aku harus menanyakan hal itu.
Ah masa bodoh , kenapa aku harus menanyakan hal itu.
...aku akan menunggumu sampai kau akan
menjawabnya, akan kutunggu...
Celaka , kata-kata
itu bisa membunuhku.
Ddrrrrrgggggg*dering hp*
Aku melihat
Keima pingsan dengan muka yang babak belur di UKS , cepatlah lihat! Dari :
Naru.
"Hah apa yang terjadi padanya"
Aku langsung
berlari ke UKS aku berfikir dia akan sekarat , bodoh kan aku tak
memperdulikannya tapi mengapa aku berlari. Anehnya UKS itu sepi , biasanya anak
populer itu selalu membuat keributan pada anak perempuan,mengapa kali ini? Kenapa
diluar tidak ada siapa-siapa?. Aku langsung masuk UKS.
DAR!!
Pintu tertutup, dan terkunci?
"Hei buka!
Siapapun yang melalakukan ini akan tau akibatnya nanti,Hei buka !".
"Yuuri,lihat aku"
Aku seperti
mendengar suara Keima namun aku tidak menghadap kebelakang.
"Makita Yuuri , apa kau mendengarku ? Aku mau menjelaskan apa yang kau lihat kemarin."
"Berhenti
Keima,aku tidak mau mendengar apa-apa darimu, sudahlah aku juga tidak apa-apa
kita lakukan saja drama itu lalu kita akan menjalankan hari seperti biasa kau
jalankan dan biasa aku jalankan , ya seperti tidak saling mengenal."
Aku tetap
berdiri dibelakang pintu, aku merasa kepalaku sakit lagi.
Ibu aku menangis lagi..
"Yuuri lihat aku!" Keima memutarkan badan ku.
"Hentikan
Keima! Sudah hentikanlah, aku tidak ingin menangis lagi aku tidak ingin terluka
lagi aku hanya ingin hidupku tenang tanpa ada yang menggangguku, 10 tahun aku
hidup bahagia bersama ayah dan ibuku disebuah rumah kecil didekat hutan, kami
disana tinggal sangat damai dan penuh cinta. Ada ketika orang tuaku bertengkar
dan tidak lagi mencinta saat itu aku sangat kecil untuk tidak merasakan rasa
cinta lagi , setelah aku dewasa aku mempunyai sahabat lalu dia meninggalkan aku
demi seorang laki-laki yang ia cintai.
Aku berfikir
sahabatpun bisa hancur karena sebuah rasa cinta. Lalu aku mempunyai kekasih
namun dia menyakiti hatiku dan meninggalkan aku. Semenjak kejadian itu aku
tidak lagi percaya hal yang bisa merusak saraf otak yang dinamai cinta , yang
mengerti aku hanyalah ibu dan diriku sendiri karna ayah sibuk bekerja.
Tiap malam aku
dikamar sejak saat itu setiap malam berasa hampa, hanya aku dan hujan dimalam
itu, setiap malam berasa sama entah mengapa hujan selalu menemani kesedihanku
saat aku merasa kesendirian. Ketika berumur 13 tahun ibuku meninggal dan ayah
tidak memperhatikan aku , tiba-tiba saja dia menikah dengan wanita yang sama
sekali tidak mengerti aku. Sama sekali tidak.
Aku fikir
kejadian itu membuat hujan tidak kunjung berhenti,aku memutuskan untuk melarikan
diri ke Jepang dan hidup sendiri dengan biaya paman ku setidaknya mulai dari
hari itu hidupku tenang tanpa siapapun, aku berjanji tidak akan mempercayai
cinta, dan mengapa aku bisa saja mempercayai kamu sebagai cintaku!
Lalu kau membuat
hujan lagi !
Oh tidak kamu
tidak salah, mungkin prasaan ku lah yang sangat berlebihan. Kita selesaikan
saja drama itu lalu kita akan menjadi seseorang yang dulu lagi, bisakan?" Jelasku.
Aku berbicara
sambil menunduk dan menangis.
Kurasa aku bertingkah bodoh lagi .
Tanpa sadar aku malah bercerita panjang tentang siapa diriku.
"Makita dengarkan aku , mungkin aku tidak
tau siapa dirimu sebenarnya, seperti apa dirimu, siapa kamu dulu tapi kau
membuatku tertarik , mengapa aku setiap hari mengikutimu?
Awalnya aku
hanya penasaran hanya kau yang tak menyukai keberadaanku itu yang membuat aku
ingin tau kekurangan apa yang membuat kau tak bisa memandangku, yang kulihat
kau hanya mendengarkan lagu, membaca komik, menonton film, berjalan tanpa
peduli siapapun, dan kau tidak berisik seperti yang lain.
Maaf aku telah
membuatmu menangis, maaf Yuuri aku tidak bermaksud seperti itu padamu kemarin.
Mendengar ceritamu tadi sekarang aku tau mengapa selama ini kau hanya
sendirian.
Apakah itu
menyenangkan?
Kau tidak merasa
kesepian?
Yuuri kau tidak
perlu takut sekarang untuk mempunyai teman cobalah untuk menghilangkan
kesedihanmu , biarlah masalalumu itu berlarut dan jangan takut untuk memulai
sebelum kau tau hasilnya.
Tidak ada orang
yang menginginkan kepedihan tapi ingatlah tidak akan muncul pelangi sebelum ada
hujan.
Jangan menangis
lagi dan jangan sendiri lagi aku selalu ada untuk mu.
Sekarang kembalilah
kekelas ternyata aku tidak jadi sakit setelah melihat kamu disini hehe ,
persiapkan dirimu Makita Yuuri besok adalah hari yang kita tunggu ,
beristirahatlah ya aku hanya ingin melihat dan berbicara dengan mu disini."
Dengan meninggalkan senyuman dihadapanku, ceramah
Keima yang membuat ku tenang lalu dia menghapus air mata ku dan aku berjalan
kekelas tanpa membalas yang dikatakannya.
tidak
akan muncul pelangi sebelum ada hujan, Keima terimakasih.
Drrinngggg*dering hp*
"Yuuri ayo semangat!! Dari : Misaki."
"Semoga
kita berhasil teman yahuu. Dari : Naru"
"Semoga
berjalan lancar ya , hey Yuuri cobalah tarik skateboardmu sedikit lebih cepat
agar kau tidak datang terlalu pagi lagi. Dari : Akeno"
"Juliete
cepat bangun jangan terus menangis:). Dari : Si Populer"
Apa-apaan ini karna dia melihatku menangis kemarin
dia malah mengejekku, awas kau Keima hm terimakasih teman kalian membuatku
tersenyum dipagi hari ini..
"Wahh ramai
sekali aku tidak terlalu suka keramaian, aduh aku merasa grogi bagaimana
dialogku tidak lancar bagaimana tiba-tiba aku lupa, bagaimana ka.."
Tiba-tiba Keima
mengenggam tanganku
"Diam
cerewet , kita hanya perlu tenang dan kita semua akan lancar, awas kalau kau
mengacaukannya aku akan membuat mu menangis lagi hehe "
"Dasar kau
Keima"
"Terimakasih
Juliete, aku mencintaimu(mencium tangan Juliete)"
Prok...Prok...Prokk
Semua orang
bertepuk tangan dan melemparkan bunga mawar keatas panggung, aku sangat bahagia
akhirnya drama kami berjalan lancar , dan aku senang melihatnya tersenyum
"Eh dia,
perempuan kemarin, kenapa dia memberi bunga kepada Kaima?" Tanyaku sinis.
Keima mencubit pipiku.
"Kenalkan
dia Mitaka Shiori , dia adikku baru datang dari Tokyo dia cantikkan? Lihat
mukamu merah jangan nangis lagi ya kalau melihat dia hehe kamu lucu kalau lagi
cemburu"
Ternyata aku hanya salah paham.
Sekarang aku tak
perlu khawatir lagi untuk memiliki teman yang banyak dan mengerti bagaimana itu
kesetiaan cinta . Setelah akhir semester aku dan Keima jadian dan rumahku tidak
sepi lagi, aku lebih sering dikunjungi Keima dan teman-temanku.
Dan ayah..
Ayah meminta
maaf padaku. Aku hanya perlu bicara dan tak perlu menyimpan dendam yang buruk pada
orang tua ku terlalu lama. Ayah sekarang lebih perhatian padaku , walaupun aku
ingin bersamanya tetapi aku lebih memilih tinggal disini dari pada ikut ayah.
Aku masih kurang akrab sama ibu tiriku, namun aku tak lagi membencinya.
Ibu
akhirnya aku bahagia
Rumah ini bukan lagi hanya aku , tapi aku dan
semuanya , tidak lagi ada hujan bu
Sekarang aku tidak takut untuk memulai karena
kekecewaan yang pernahku alami, mungkin aku sedikit menyesali namun tidak ada
gunanya aku menyesali yang telah terjadi, aku hanya perlu bangun dan berdiri
berjalan setelah aku jatuh.
Bu, hatiku terbangun dan lagi.
....tidak ada orang yang menginginkan kepedihan tapi
ingatlah tidak akan muncul pelangi sebelum ada hujan...
Terimakasih Keima , teman-teman , dan masalaluku
yang telah membuatku mengerti. Aku tidak lagi hanya membuat tawa untuk munutupi
kesedihanku, namun akan kuukir tawa ini sebagai penimbun kesedihaku.
Selamat datang musim panas.
End
Sekedar info cerpen ini atau next post semua create by me , ini pertama kalinya saya membuat sebuah cerpen dan pertama kalinya membuat blog dan saya segala pemula.
Mohon maklum jika sedikit membosankan. Karena saya cepat bosan dengan sesuatu bacaan yang panjang termasuk cerpen yang satu ini dan saya buat kedalam versi anime beserta beberapa gambar yang saya curi dari google. Semoga suka.
Ps : jika kalian seseorang yang menyukai anime, pasti kalian tau dari anime mana yang saya pakai untuk nama dari semua pemeran dicerpen hehe.
Stay tuned for next post.






good story :), menginspirasi untuk hati. Ayo lanjut lagi
BalasHapusThankyou^^okeeh..
HapusCeritanya kawaii sekaliiiiii
BalasHapusArigatou hhhe^^
HapusGood story ghe :) hampir baper bacanya. Hha
BalasHapusDitunggu postingan selanjutnya
Hehe Thanks to reading srii ^^
Hapus