Selasa, 29 Maret 2016

After Rain





There is no love without forgiveness, and there is no forgiveness without love.
When you finally let go of the past, something better comes along.
_____________________________



    Nama ku Makita Yuuri, duduk dibangku kelas 12 kesenian di SMA Suimei. Bagiku setiap hari sama saja, aku merasa bosan dimanapun. Disekolah aku biasa menyendiri, oh tidak namun aku bersama ipod ku, laptop, dan beberapa komik yang sering kubawa. Dan tidak ada yang terganggu akan hal itu, mereka juga tidak peduli ada tidak ada aku pun tidak merubah suasana dikelas ini.


 Jepang kota yang tenang , hidupku berasa damai dan tentram semenjak disini.






After Rain ...


"Test..Test.. "

"Selamat pagi anak-anak, semester dua sudah mau habis sekolah mengadakan Festival USU(Universitas Suimei) untuk akhir semester dua kalian, bagi kelas kesenian harus menyumbangkan drama yang tediri dari beberapa kelompok dengan tema Romeo dan Juliete yang kedua membuat pertunjukan tarian Kabuki (tarian tradisional Jepang). Pilihlah salah satu tema untuk kelompok kalian,sekian terimakasih".


 Apa!!apa yang difikirkan sekolah ini dengan membuat acara yang begitu membosankan untuk akhir semeter apa tidak ada yang lain?hm aku sangat tidak tertarik lalu apa yang harus aku lakukan kalau tidak mengikuti ini bisa-bisa aku tidak lulus.
Aku sangat kaget mendengar nya , akhir semester aku sekolah diJepang dan baru kali ini aku harus mengikuti kegiatan ini. Jadi aku tidak ambil pusing dengan acara itu lebih baik aku diam saja.


"Aduh, siapa yang melempar ini?".


Sebuah gumpalan kertas mengenai kepalaku, ternyata ada isinya.

"Yuuri maukah kau membuat drama dengan kami , dari Kamiigusa Misaki, Naru ,dan  Akeno".

Aku melirik-lirik disekitarku.

Apakah mereka yang senyum-senyum itu?

Sial apa yang akan terjadi selanjutnya, hmm apa boleh buat aku akan ikut mereka lagian tidak ada anak laki-lakinya, aku ragu mereka yang mana tapi aku akan ikut acara membosankan ini.  


"KEIMAA!!!!"

"Keimaaaa...maukah kau bergabung dengan kami?"

"Keima pilihlah kelompok kami!!"

"Keima...Keima..!!".

"Hey, biar dia yang memilih!"

"Minggir! Keima pasti memilih aku"


"Ukh berisik!"


 Apa yang mereka fikirkan itu, dia kira laki-laki itu menarik,dasar laki-laki suka tebar pesona. Sorata Keima, dia adalah murid laki-laki populer disekolah SMA Suimei dengan wajah tampan dan bakat seni luar biasa yang dimilikinya.


TENG TENG TENG TENG


Saat-saat yang aku tunggu adalah jam pulang. Hari yang melelahkan dan sangat membosankan, dari hari ke hari semua tidak ada yang berubah. Aku sangat benci dikuntit, Sorata Keima bukan hanya populer namun dia sangat menyebalkan, saat aku baru pindah kesekolah ini dia selalu mengikutiku kemanapun aku pergi


"Berhenti mengikutiku!"

"Kenapa kau selalu mengikutiku dimana aku pergi,dan sekarang apa? kau mau tau rumahku dimana? Kenapa dengan dirimu dasar laki-laki aneh. Jangan mengikutiku aku benci laki-laki".


"Hah, jangan terlalu percaya diri rumahku juga lewat sini" dengan gaya keima yang selalu memiringkan kepala dan alisnya yang menaik membuatku muak.

"Yasudah,terserah saja".

Keesokan harinya, dikelas, bangkuku diramaikan para wanita. Laki-laki itu seperti magnet ,selalu 
saja ada perempuan yang tertarik olehnya. Lalu hari ini apa? Huff


"Keima,kau sungguh melakukan ini?"

"Keima,apa pilihanmu tidak salah?"

"Kamu salah pilih kelompok Keima, mereka hanyalah orang aneh yang tidak berbakat".


Yaampun apa yang dilakukan orang bodoh ini dikursi ku?


"Hei apa yang kau lakukan dikursi ku cepat berdiri".

"Tidak,aku akan sekelompok denganmu buanglah rasa gengsimu itu aku tau kau senang masuk kelompok denganmu" jawab Keima dengan senyuman.

 Aku hanya tidak mau membuang tenagaku untuk berdebat dengannya karena semalam aku tidak bisa tidur karna terus berfikir acara bodoh ini,apa boleh buat akan kutambah sedikit bumbu kesabaran untuk kali ini walaupun aku sangat tidak ingin akan kujalankan saja , lebih baik jika cepat selesai aku tidak mau berlanjut lama dengan laki-laki itu,menyebalkan.


Setelah berkumpul dengan perempuan yang melempar kertas kemarin kami sepakat untuk memainkan drama Romeo dan Juliete , tidak tetapi itu adalah pilihanku karena aku tidak terlalu tau bagaimana tarian Kabuki itu.

Aku menjadi Juliete dan Keima menjadi Romeo dan ini keputusan empat berbanding satu dan aku kalah.

Teriak Misaki,Naru dan Akeno.

"Wah Yuuri apakah ini rumahmu?sangat besar dan mmm mana orang tua mu? apakah mereka bekerja pada jam segini?"

"Ini ruang tempat kita latihan semoga kalian nyaman"memotong omogan mereka.


Hari sudah hampir malam setelah banyak berdialog dan memainkan skenario membosankan ini akhirnya mereka pulang dan ...


"Bolehkah aku meminta nomor ponselmu? bisakah kau berbicara sedikit tentang dirimu? bisakah kita sedikit lebih dekat dan lebih akrab ?" Tanya Keima.

"Tidak,pergilah aku lelah"


Lalu Keima memegang kepalaku dan tersenyum dan dia pergi , jantungku berdebar aku hanya terdiam tidak tau apa perasaan ini tetapi aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi hujan waktu itu, tidak akan lagi.




Namun semenjak hari itu aku dan teman-teman sekelompok ku lebih akrab karena tiap-tiap hari kami berdiskusi dan mengumpul bersama , aku dan Keima menjadi sangat dekat kami terkadang saling tertawa bersama, mambaca komik berdua dan memilih film, dan terkadang dimalam hari Keima sering menelfonku, tidak disangka hari-hariku tidak lagi membosankan, aku sekarang lebih sering tersenyum dan tertawa sepertinya aku menyukai Keima saat dia bilang menyukaiku namun aku tidak menganggap itu serius dan kami tetap menjalankan hari-hari berdua dan bersama tiga teman baikku. 

Kuharap hari berikutnya tidak akan pernah terjadi seperti hujan kemarin.

Pada jam istirahat aku , Nora , Misaki , Akeno dan Keima biasnya nya makan sambil membicarakan drama kami ditaman belakang sekolah. Saat bel sudah berbunyi temanku sudah menuju kekelas saat aku mengemaskan barang ku Keima menggengam tanganku lalu tiba-tiba dia menatapku dan berkata


"Maukah kau Makita Yuuri menjadi pacarku?"

Aku langsung terdiam angin ditaman menjadi sangat kuat dan membuat jantungku berdebar kencang 
sambil melihat matanya


"Haha jangan pasang muka jelek itu, aku tak memaksamu menjawabnya sekarang aku akan menunggumu sampai tau menjawab apa, akan kutunggu" Jawab Keima dengan gayanya yang memiringkan kepala dengan senyuman manis itu lalu dia pergi menuju kekelas.


Aku masih terdiam dengan apa yang diucapnya, aku suka padanya namun ntah rasa apa yang membuatku tidak bisa menjawab dengan cepat pertanyaan itu. Dasar Keima kau bisa membuat ku gila. Akan ku lupakan sejenak tentang hal itu.
Seperti biasa , sepulang sekolah kami langsung kerumahku untuk menyelesaikan drama yang tinggal 2 minggu lagi siap kami tampilkan.


Krek..krek


"Silahkan ma..."

"Elsie... apakah itu kamu? I miss you so much honey"


Suara dari kejauhan yang berlari langsung memelukku, oh ternyata dia ibuku hm tidak dia ibu tiri ku , Elsie Marria adalah namaku sewaktu aku masih di Inggris


"Apa yang kau lakukan disini, darimana kau tau alamat rumahku, sejak kapan kau disini , kenapa seenaknya masuk kerumahku, pergilah kau hanya mengganguku" .

"Sayang , apakah itu sambutan yang baik untuk ibumu? Ibu baru saja sampai lalu ini sapaan mu?".


diamlah kau juga bukan ibuku,tetap tenang Yuuri tenanglah jangan menangis.


 "Apa yang akan kau lakukan dengan koper-koperku Elsie? Kau sangat tidak sopan pada ibumu!" jawab ibu tiriku saat aku membawa kopernya keluar rumah.


Melihat semua ekspresi teman-temanku hanya terdiam aku sangat tidak ingin mereka melihat keributan ini, mungkin aku akan mengeluarkan amarahku tanpa mereka melihatnya aku tak ingin menunjukan siapa diriku yang sebenarnya hanya menambah beban saja bila mereka mengetahuinya dan lebih ingin mengenal siapa aku.


"Kalian masuklah keruang latihan aku akan menyusul"

Mereka menuruti apa kataku tanpa mengeluarkan sedikit katapun entah apa yang akan mereka fikirkan tentang aku

"Jangan panggil aku dengan sebutan itu atas hak apa kau memanggil nama yang dipanggil ibuku! Pergilah ke Inggris dan jangan pernah kembali dan juga kau bukan ibuku!" Teriakku dan sambil mengeluarkan air mata

Tanpa kata dia hanya melihatku mungkin dia tau bagaimana perasaanku, ini sering terjadi bila kami bertemu, dia langsung pergi dan hanya meninggalkan kotak yang dibawanya isi kotak itu yang biasa dikirim ayah dari Inggris untuk keperluanku diJepang tetapi aku tak pernah membukanya.

Saat aku kembali keruangan , aku dan teman-teman melanjutkan latihan drama namun mereka tidak menanyakan apapun yang terjadi antara aku dan ibu tiriku barusan atau mungkin saja mereka tidak ingin ikut campur tetapi Keima tidak berhenti menatapku seperti tanda khawatir tapi dia tidak berbicara apa-apa.


Sial gara-gara bertengkar dengannya kepalaku menjadi sakit sudah bertahun tahun saat dia dihadapanku lagi hanya membuat derita saja dikepalaku, Ibu kau baik-baik saja disana? apakah kau melihat aku bertengkar lagi hari ini? hehe maaf Ibu aku tidak akan lupa mengkompres kepalaku ibu tenang saja dan jangan khawatir sekarang aku tidak lagi sendiri aku mempunyai teman dan laki-laki yang sangat baik denganku.


Terimakasih teman , tawa kalian adalah obatku.

 "Hey Yuuri kami pulang dulu ya , kau istirahatlah ku tau kau sangat lelah" ucap mereka dan sambil memelukku Keima hanya memegang kepalaku dan mengasihi senyuman.
Hari yang panjang ya , aku hanya menghela nafas dan melambaikan tangan kepada mereka.

Dub.. dub..dub..dub

"Huaah pagi yang cerah" kuharap hari ini tidak seperti hujan kemarin , sangat menyebalkan ketika membuat kepalaku sakit , di Stasiun selalu ramai ya hm apakah keramaian ini akan berkurang jika tidak ada aku? Sepertinya tidak, aku bukan lah Elsie lagi yang bisa membuat sesuatu berkurang, ah keretanya! Siapa itu?.


Perasaan apa ini? Aku terdiam, Ibu ah aku mengeluarkan air mata. Apakah itu benar Keima? Dan siapa perempuan itu? Apa yang Keima lakukan bersamanya, mengapa mereka hanya pergi berdua, dan kenapa Keima mengasihi senyumannya kepada perempuan itu?

"Keima kau..."

... aku akan menunggumu sampai kau akan menjawabnya, akan kutunggu...



Saat aku menangis Keima melihatku dari kaca jendela kereta, dan sepertinya dia ingin keluar kereta namun sudah terlambat kereta sudah berjalan dan dia masih melihatku.


 Ibu hujan lagi...

 Aku tidak berjalan kesekolah , aku hanya pergi kesebuah taman dan duduk disebuah ayunan untuk menenangkan diriku.


"Hah apa yang aku fikirkan? 





...aku akan menunggumu sampai tau menjawab apa, akan kutunggu...  
Dasar bodoh kenapa aku harus menyukainya dan berfikir seolah-olah aku dapat meraih kebahagiaan lagi , lebih baik aku sendiri saja dan tidak lagi mengenal teman , saudara ataupun laki-laki , lebih baik aku sendiri dan tidak akan membuat ku berfikir seperti sekarang , apa yang harus kulakukan bu...



Setiap malam setelah hari itu, Keima menelfonku terus menerus dan mengirim pesan yang sangat banyak dan aku tidak mempedulikannya , aku hanya diam dikamarku dengan ipodku yang bisa membuatku senang.



Huff besok aku harus kesekolah, ntah apa yang harus aku lakukan jika aku bertemu dengan Keima mungkin saja kalau bukan karena harus mengikuti ujian aku tidak akan datang repot-repot membuang waktuku melihatnya dengan perempuan itu lagi, seperti hujan kemarin yang akan membuatku terluka.





TENG TENG TENG TENG


Bel sudah berbunyi , aku tidak melihat Keima, apa yang terjadi padanya? 
Ah masa bodoh , kenapa aku harus menanyakan hal itu.

...aku akan menunggumu sampai kau akan menjawabnya, akan kutunggu...

Celaka , kata-kata itu bisa membunuhku.


Ddrrrrrgggggg*dering hp*


Aku melihat Keima pingsan dengan muka yang babak belur di UKS , cepatlah lihat! Dari : Naru.


"Hah apa yang terjadi padanya"

Aku langsung berlari ke UKS aku berfikir dia akan sekarat , bodoh kan aku tak memperdulikannya tapi mengapa aku berlari. Anehnya UKS itu sepi , biasanya anak populer itu selalu membuat keributan pada anak perempuan,mengapa kali ini? Kenapa diluar tidak ada siapa-siapa?. Aku langsung masuk UKS.


DAR!!

Pintu tertutup, dan terkunci?

"Hei buka! Siapapun yang melalakukan ini akan tau akibatnya nanti,Hei buka !".

 "Yuuri,lihat aku"

Aku seperti mendengar suara Keima namun aku tidak menghadap kebelakang.


"Makita Yuuri , apa kau mendengarku ? Aku mau menjelaskan apa yang kau lihat kemarin."

"Berhenti Keima,aku tidak mau mendengar apa-apa darimu, sudahlah aku juga tidak apa-apa kita lakukan saja drama itu lalu kita akan menjalankan hari seperti biasa kau jalankan dan biasa aku jalankan , ya seperti tidak saling mengenal."

Aku tetap berdiri dibelakang pintu, aku merasa kepalaku sakit lagi.


Ibu aku menangis lagi..


 "Yuuri lihat aku!" Keima memutarkan badan ku.

"Hentikan Keima! Sudah hentikanlah, aku tidak ingin menangis lagi aku tidak ingin terluka lagi aku hanya ingin hidupku tenang tanpa ada yang menggangguku, 10 tahun aku hidup bahagia bersama ayah dan ibuku disebuah rumah kecil didekat hutan, kami disana tinggal sangat damai dan penuh cinta. Ada ketika orang tuaku bertengkar dan tidak lagi mencinta saat itu aku sangat kecil untuk tidak merasakan rasa cinta lagi , setelah aku dewasa aku mempunyai sahabat lalu dia meninggalkan aku demi seorang laki-laki yang ia cintai.
Aku berfikir sahabatpun bisa hancur karena sebuah rasa cinta. Lalu aku mempunyai kekasih namun dia menyakiti hatiku dan meninggalkan aku. Semenjak kejadian itu aku tidak lagi percaya hal yang bisa merusak saraf otak yang dinamai cinta , yang mengerti aku hanyalah ibu dan diriku sendiri karna ayah sibuk bekerja.

Tiap malam aku dikamar sejak saat itu setiap malam berasa hampa, hanya aku dan hujan dimalam itu, setiap malam berasa sama entah mengapa hujan selalu menemani kesedihanku saat aku merasa kesendirian. Ketika berumur 13 tahun ibuku meninggal dan ayah tidak memperhatikan aku , tiba-tiba saja dia menikah dengan wanita yang sama sekali tidak mengerti aku. Sama sekali tidak.

Aku fikir kejadian itu membuat hujan tidak kunjung berhenti,aku memutuskan untuk melarikan diri ke Jepang dan hidup sendiri dengan biaya paman ku setidaknya mulai dari hari itu hidupku tenang tanpa siapapun, aku berjanji tidak akan mempercayai cinta, dan mengapa aku bisa saja mempercayai kamu sebagai cintaku!

Lalu kau membuat hujan lagi !

Oh tidak kamu tidak salah, mungkin prasaan ku lah yang sangat berlebihan. Kita selesaikan saja drama itu lalu kita akan menjadi seseorang yang dulu lagi, bisakan?" Jelasku.
Aku berbicara sambil menunduk dan menangis.

Kurasa aku bertingkah bodoh lagi .


Tanpa sadar aku malah bercerita panjang tentang siapa diriku.


 "Makita dengarkan aku , mungkin aku tidak tau siapa dirimu sebenarnya, seperti apa dirimu, siapa kamu dulu tapi kau membuatku tertarik , mengapa aku setiap hari mengikutimu?

Awalnya aku hanya penasaran hanya kau yang tak menyukai keberadaanku itu yang membuat aku ingin tau kekurangan apa yang membuat kau tak bisa memandangku, yang kulihat kau hanya mendengarkan lagu, membaca komik, menonton film, berjalan tanpa peduli siapapun, dan kau tidak berisik seperti yang lain.

Maaf aku telah membuatmu menangis, maaf Yuuri aku tidak bermaksud seperti itu padamu kemarin. Mendengar ceritamu tadi sekarang aku tau mengapa selama ini kau hanya sendirian.

Apakah itu menyenangkan?
Kau tidak merasa kesepian?
Yuuri kau tidak perlu takut sekarang untuk mempunyai teman cobalah untuk menghilangkan kesedihanmu , biarlah masalalumu itu berlarut dan jangan takut untuk memulai sebelum kau tau hasilnya.
Tidak ada orang yang menginginkan kepedihan tapi ingatlah tidak akan muncul pelangi sebelum ada hujan.

Jangan menangis lagi dan jangan sendiri lagi aku selalu ada untuk mu.
Sekarang kembalilah kekelas ternyata aku tidak jadi sakit setelah melihat kamu disini hehe , persiapkan dirimu Makita Yuuri besok adalah hari yang kita tunggu , beristirahatlah ya aku hanya ingin melihat dan berbicara dengan mu disini."


 Dengan meninggalkan senyuman dihadapanku, ceramah Keima yang membuat ku tenang lalu dia menghapus air mata ku dan aku berjalan kekelas tanpa membalas yang dikatakannya.

 tidak akan muncul pelangi sebelum ada hujan, Keima terimakasih.



Drrinngggg*dering hp*


"Yuuri ayo semangat!! Dari : Misaki."

"Semoga kita berhasil teman yahuu. Dari : Naru"

"Semoga berjalan lancar ya , hey Yuuri cobalah tarik skateboardmu sedikit lebih cepat agar kau tidak datang terlalu pagi lagi. Dari : Akeno"

"Juliete cepat bangun jangan terus menangis:). Dari : Si Populer"

Apa-apaan ini karna dia melihatku menangis kemarin dia malah mengejekku, awas kau Keima hm terimakasih teman kalian membuatku tersenyum dipagi hari ini..


"Wahh ramai sekali aku tidak terlalu suka keramaian, aduh aku merasa grogi bagaimana dialogku tidak lancar bagaimana tiba-tiba aku lupa, bagaimana ka.."

Tiba-tiba Keima mengenggam tanganku

"Diam cerewet , kita hanya perlu tenang dan kita semua akan lancar, awas kalau kau mengacaukannya aku akan membuat mu menangis lagi hehe "

"Dasar kau Keima"

"Terimakasih Juliete, aku mencintaimu(mencium tangan Juliete)"


Prok...Prok...Prokk

Semua orang bertepuk tangan dan melemparkan bunga mawar keatas panggung, aku sangat bahagia akhirnya drama kami berjalan lancar , dan aku senang melihatnya tersenyum

"Eh dia, perempuan kemarin, kenapa dia memberi bunga kepada Kaima?" Tanyaku sinis.


Keima mencubit pipiku.

"Kenalkan dia Mitaka Shiori , dia adikku baru datang dari Tokyo dia cantikkan? Lihat mukamu merah jangan nangis lagi ya kalau melihat dia hehe kamu lucu kalau lagi cemburu"

Ternyata aku hanya salah paham.

Sekarang aku tak perlu khawatir lagi untuk memiliki teman yang banyak dan mengerti bagaimana itu kesetiaan cinta . Setelah akhir semester aku dan Keima jadian dan rumahku tidak sepi lagi, aku lebih sering dikunjungi Keima dan teman-temanku.

Dan ayah..

Ayah meminta maaf padaku. Aku hanya perlu bicara dan tak perlu menyimpan dendam yang buruk pada orang tua ku terlalu lama. Ayah sekarang lebih perhatian padaku , walaupun aku ingin bersamanya tetapi aku lebih memilih tinggal disini dari pada ikut ayah. Aku masih kurang akrab sama ibu tiriku, namun aku tak lagi membencinya.

 Ibu akhirnya aku bahagia
Rumah ini bukan lagi hanya aku , tapi aku dan semuanya , tidak lagi ada hujan bu
Sekarang aku tidak takut untuk memulai karena kekecewaan yang pernahku alami, mungkin aku sedikit menyesali namun tidak ada gunanya aku menyesali yang telah terjadi, aku hanya perlu bangun dan berdiri berjalan setelah aku jatuh.
Bu, hatiku terbangun dan lagi.

....tidak ada orang yang menginginkan kepedihan tapi ingatlah tidak akan muncul pelangi sebelum ada hujan...

Terimakasih Keima , teman-teman , dan masalaluku yang telah membuatku mengerti. Aku tidak lagi hanya membuat tawa untuk munutupi kesedihanku, namun akan kuukir tawa ini sebagai penimbun kesedihaku.

Selamat datang musim panas.




End




Sekedar info cerpen ini atau next post semua create by me , ini pertama kalinya saya membuat sebuah cerpen dan pertama kalinya membuat blog dan saya segala pemula. 
Mohon maklum jika sedikit membosankan. Karena saya cepat bosan dengan sesuatu bacaan yang panjang termasuk cerpen yang satu ini dan saya buat kedalam versi anime beserta beberapa gambar yang saya curi dari google. Semoga suka.

Ps : jika kalian seseorang yang menyukai anime, pasti kalian tau dari anime mana yang saya pakai untuk nama dari semua pemeran dicerpen hehe.

Stay tuned for next post.

6 komentar: