Jumat, 17 Juni 2016

The Only Reason



..........

   Lipstik merah warnai bibir seksinya. Coklat terang berikat berantakan adalah rambutnya. Kulit lembutnya yang cerah dipancarkan cahaya sinar matahari yang datang dari luar mobil tatkala menggunakan kacamata besar untuk melindungi pandangannya.
Open up my eyes and tell me who I am. Let me in on all your secrets. No inhibition, no sin. How deep is your love? Is it like the ocean? What devotion? Are you? How deep is your love? Is it like nirvana?. Hit me harder again. How deep is your love? How deep is your love? Dentuman Calvin  Harris  yang membuatnya mengangguk-angguk dari sebuah ponselnya. Dia menikmatinya dengan tampak mencemaskan sesuatu.

"Sudah sampai Mis."

Kaki panjangnya yang sangat menawan dengan celana pendek turun dari mobil. Memancarkan kharisma yang kuat, Raechel Russell.



The Only Reason


"Welcome honey."


Pemuda tinggi berambut maskulin dengan kaos sederhana yang dikenakannya, merentangkan kedua tangannya dengan menggenggam seikat bunga disebelah tangan kanan. Dia Denald,Ryan Denald kekasihnya Raechel Russel.

"Siapa kamu?" Tanya sinis Raechel.

"You ask who I am? Hah I'm your boyfriend,Baby you're kidding, right?"

"Pacarku yang menjemputku tadi,dia sangat manis dan baik hati."

"Ohh sayang aku minta maaf , aku tadi lagi banyak tugas kuliah mangkanya aku suruh Mr.S yang  menjemput kamu. Ini lihat? Bahkan aku sudah merelakan segala uangku untuk mempersiapkan penyembutan kamu dengan banyak mawar putih dihalaman rumahmu."

Raechel melihat sekeliling rumahnya dengan raut wajah yang manis dan dia banyak tersenyum, ada





banyak mawar putih dimana mana bahkan di ayunan yang Rachel sukai , Denald ingin membuat Raechel tidak kecewa karena ia tidak bisa mejemput kekasihnya di bandara. Dan Denald berharap Rae tidak marah lagi karena susah sekali melihatnya marah.

"Cabut dan buang, aku sudah katakan aku tidak menyukai mawar. Kamu yang melupakan tentang aku."

"Benarkah? Sayang sepertinya kamu benar benar marah. Maafin aku ya eeum bagaimana liburan di rumah orang tuamu? Apa kamu sempat berkunjung ke Field Station tempat yang slalu kamu bicarakan itu?"

Field Station Dinosaurus adalah tempat rekayasa dinosurus di Secaucus, New Jersey di kota keluarga Russel tinggal. Tetapi Rae hanya bisa menung mendengar pertanyaan kecil yang ditanyakan Denald untuknya, dan.

"Miskin, bawakan koperku kekamar, aku lelah. Kita bisa bicara didalam."

"Ah iya sayang."

Denald lelaki yang lahir dari keluarga sederhana, terkadang menuruti apapun yang di inginkan oleh Raechel, dan baginya Rae adalah ratu. Rae yang dikenal sebagai wanita yang senang berkata kasar, bahkan dia sering melemparkan pukulan dibadan Denald dengan tas yang dibawa bawanya. Tetapi dia sudah terbiasa dengan sikap Rae. Itu tak menghalanginya untuk tetap bersama Raechel.
Saat Denald memasuki kamar Rae dan menempatkan koper koper milik Rae dekat meja meja rias. Ia melihat Rae terbaring di ranjang dengan punggung telanjang di bawah selimut putih dan Denald pun menghampiri Rae dengan sebuah pelukan dari belakang.
Raechel terotomatis membalikkan badannya,dan dia sangat senang. Memandang , menyentuh bibir , pipi dan mengelus rambut klimis Denald hingga berantakan. Bagaimana tidak, Denald mempunyai wajah dingin yang membuat Raechel terdiam saat memandanginya seolah olah Rae membaca wajahnya.

"De,I miss you."

"I miss you too,honey."

" Kamu menggunakan parfum kesukaanku."

"You like?"

"Em."

"Re, apa kau kurang tidur? Diet? Badanmu kurus sekali."

"Sungguh? Emm ini karena aku sudah lama tidak memandangimu."

"Re.."

"Serious baby. De,tinggal lah sebentar sampai aku tertidur. Aku lelah sekali, ah aku ingin kita nonton besok"

"All you want my queen."


Keesokan harinya.
Raechel dengan anggunnya menggunakan wrap dress biru dengan memamerkan kaki jangkungnya yang indah. Setelah cukup lama Rae menunggu, dia mendapat pesan dari Denald kalau dia sudah

sampai di depan rumahnya. Pada saat Rae keluar rumah, dia melihat penampilan Denald dengan sangat serius dari ujung kepala hingga kaki. Denald sudah menduganya kalau ini akan terjadi.


"Bencana apa semua ini? Sepatu , pakaian , dan lihat. Apa kau buta? Semiskin itukah dirimu!? Sejak kapan aku mau naik diatas motor, kau tidak lihat pakaianku? Apakah pantas aku berdiri di dekatmu jika kamu seperti berandalan!? Oh Dee.." Makian Rae semakin menjadi jadi saat melihat Denald tepat dihadapannya.

"Aku bahkan menggunakan pakaian yang mahal, kau tidak menyukainya?"

"Pakai mobilku, kita ketempat designer andalanku untuk membenarkan tampilanmu."


Tidak banyak percakapan mereka lalu pergi dengan Porsche Spyder Rae menuju ke tempat designer. Seperti ada aura dingin, mereka saling diam didalam mobil tanpa pembicaraan. Sesampainya disana , tempat yang dikunjungi mereka seperti istana pakaian untuk para artis. Tidak ada rasa kaget, ini hal biasa yang dilakukan Rae untuk Denald selama mereka bersama.


"You have used it? Get out,let me see.~" Teriak Raechel di depan kamar dimana Denald mengganti pakaiannya.


"How? You like it?"


"Perfect. Siapkan mobilnya di depan aku akan mengurus pakaianmu yang lain." Jawaban Raechel dengan sangat senang, dia mulai tersenyum lagi sekarang setelah melihat Denald megganti pakaiannya.

"Rae, bukankah pakaian kita terlalu berlebihan untuk pergi nonton? Kamu juga biasanya tidak pernah menggunakan dress indah seperti itu hanya untuk bersantai."


Raechel hanya membalasnya dengan senyuman.
Akhirnya mereka pergi ketempat yang diusulkan oleh Raechel.
Sesampainya disana.

"Rae?"

"Hm?" Raechel menjawabnya dengan muka tersenyum.

"Kamu bahagia dengan melakukan semua ini?"

"Tentu!"

"I love you." Denald mengatakannya dengan sangat menyentuh, menggenggam tangan Rae sambil menatapnya indah.

"I love you more,more than anything,jelek." Dan Raechel membalas ungkapan Denald lebih dengan rasa penuh kebahagiaan.

"Jadi apa yang kamu lakukan 3 bulan disana,baby?"

"Aku banyak mengunjungi perkarangan bunga ibu, duduk disana dan sangat merindukanmu. Aku pergi ke perusahaan ayah dan aku menghabiskan waktu memikirkanmu. Aku pergi ke apartment kakak dan aku menghabiskan malam dengan memimpikanmu. Selama 3 bulan"

"Hahaha Rae,kamu manis sekali"

"Lalu apa yang kamu lakukan tanpa aku disini? Kita tidak banyak berkomunikasi karena kamu terlalu miskin untuk menghubungiku. Aku menunggumu"

"Banyak tugas kampus yang mengejar ,dan aku tidak bisa meninggalkannya."

"Sepertinya kamu menikmatinya." Jawab Raechel dengan senyuman.

"Yah, itu harus aku lakukan honey. Ah sayang, aku tau kita ingin nonton. Tetapi haruskah kita kemari? Kita bisa menonton ini dirumah mu, dan aku sangat tau kamu sangat menyukai film ini tetapi bukankah ini terlalu berlebihan?"


"Aku hanya ingin seperti ini, lebih menyenangkan."

"Ah dia ini." Balas Denald dengan mencubit kecil pipi Rae dengan sanda gurau.

"De, apa sekarang kamu lebih senang menggenggam ponsel dibandingkan tanganku? Kamu dari aku 
sampai rumah kemarin kamu banyak mencuri waktu dariku demi ponsel mu?"

"I'm sorry,baby."

"Ada bisnis ya? Bisnis apa sih? Miskin aja belagu banget." Celoteh Raechel dengan wajah yang kesal.

"Nothing,baby."

"Ayo pulang filmnya habis."


Denald tidak mengatakan apa pun setelah itu, mereka mengobrol di mobil namun tidak banyak yang mereka berdua bicarakan. Sesampainya di rumah Raechel, Denald keluar untuk membuka pintu Rae dan dia membawa masuk sepatu hak tinggi yang disuruh Rae untuk membawanya kedalam.


Tiga hari kemudian.
Denald datang kerumah Raechel untuk membawanya pergi. Setelah malam terakhir mereka pergi,Rae tidak bisa dihubungi oleh karena itu Denald datang untuk memastikan Rae apakah dia baik baik saja. Tetapi rumahnya tampak kosong, gerbangnya juga tidak dijaga oleh satpam jadi Denald tidak tau harus bertanya oleh siapa. Setelah hampir setengah jam Denald menunggu didepan rumah Raechel akhirnya ada mobil sport bewarna merah datang tepat saat Denald ingin naik ke atas motor besarnya. Pemuda tampan bertubuh besar tinggi dan rambut cokelat pekat turun membukakan pintu sebelah kiri ternyata yang turun itu adalah Raechel.


"Rae.." Denald berkata seperti dia tidak menyangka yang dilihatnya  itu adalah kekasihnya.

"Denald? Ada apa kamu kemari?"

"Aku permisi." Jawab Denald kesal dia langsung pergi dengan motornya yang sangat cepat.

"Raechel, let me get him." Sahut laki laki yang datang bersamanya tadi.

"Tidak perlu,biarkan dia. Paling tidak setelah aku mengatifkan ponsel baru ini dia akan menghubungiku. Hff kenapa bisa bisa nya aku menjatuhkannya saat sedang memberi makan ikan dikolam? Aku sangat menyukai ponsel yang itu, No.." Menggerutu.

"Raechel..!"

"Whaat..?"

"Stop all the theatrics!"

"Aku tidak bersandiwara apa pun."

"Hentikan sikap kasar, konyol , dan tidak sopan itu! Itu bukan dirimu yang sebenarnya."

"Apa salahnya,Noah? Aku hanya ingin menikmati hidup."

"Lupakan, masuklah dan istirahat jangan lupa dengan obatmu."

"Ya ya, see you. Visit while you here."

"Bye,Rae."

"Bye."


Noah adalah dokternya Rae, sahabat Raechel dari NY sejak kecil sekaligus seperti saudara kandung baginya. Dia selalu menjaga Raechel dalam masalah pribadi ataupun tidak. Noah sangat perhatian dengan Raechel sampai sampai dia datang dari NY hanya khawatir dengan keadaan Raechel.


Sejak hari dimana Denald pergi, dia belum menghubungi Raechel. Tetapi ini hal biasa yang di alaminya, Rae menyibukkan dirinya saat di dalam rumah.

Setelah seminggu berlalu , berpuluh kali Rae menghubungi Denald dan tidak ada jawaban satupun. Rae akhirnya keluar hanya menggunakan sweater cokelat celana jeans pendek , mengikat rambutnya tampak berantakan, dia ingin menemui Denald tetapi dia tidak bisa. DIa hanya mampu lewat di depan rumah Denald. Ternyata Denald tidak ada diperkarangan rumahnya. Rae tampak bingung dan gelisah dia seperti sangat takut. Lalu dia memutuskan untuk pulang.


Rae hanya bisa menunggu..



Menghibur dirinya.


Dia tidak ingin jauh dari jendelanya.



Menunggu.


Menunggu.






7 a.m

Mobil sport merah datang,Noah. Noah bergegas turun dari mobil dengan muka cemas. Dia melihat Raechel tertidur badannya bersender pada salah satu tiang didepan rumahnya. Muka Raechel pucat, rambut coklatnya tergerai, menggunakan piyama pink panjang dan dia hanya menggenggam ponselnya. Pada saat  ini sedang liburan, jadi Raechel sendirian tanpa Maid dan Chauffeur nya dirumah. Malam itu Rae menghubungi Denald, hampir banyak Rae menelfon Denald namun tidak ada jawaban darinya. Betapa tidak khawatir jika seseorang ditinggal kabar seperti itu. Rae terus menelfon Denald dan dia sangat yakin Denald akan datang setelah sekian lama dia pergi,Rae berfikir De tidak akan melakukan hal sekejam itu akhirnya Rae memutuskan untuk menunggunya datang atau menjawab telfon darinya. Namun, Denald tidak ada. Tidak ada. Karena kondisi Rae terlihat sangat parah, Noah langsung membawanya kerumah sakit.

Rae berada di dalam ruangan yang mewah dan besar, dia terlihat sangat lemah. Noah berdiri didekat jendela sembari melihat Raechel. Noah tidak tau harus berbuat apa dia hanya berdoa semoga Rae cepat sadar.
Noah meratapi Rae, memikirkan senyumannya yang ceria. Semangatnya. Kebahagiaannya. Menyalahkan dirinya mengapa ini semua terjadi pada wanita seperti dia. Menyalahkan dirinya , apakah dia tidak dapat bahagia? Apakah dia  tidak dapat waktu lebih lama lagi untuk lari dan berteriak pada dunia seberapa ceria wanita sepertinya. Dia hanya memikirkan seseorang yang dicintainya. Dan dia hanya bisa ketawa lepas tiga bulan dalam setahun. Noah ingat semua , ingat semua tingkah lucunya. Tingkah lucu saat bersama dirinya. Saat dia pulang dari kampung halamannya. Dia bertingkah dingin dengan skenario yang dibuatnya layaknya sudah menjadi seorang aktris profesional,ya semua itu dia jalani karena orang yang dicintainya. Tidak kurang seperti wanita bodoh, itulah yang Noah fikirkan. Betapa bodohnya dia, lihat akhirnya permainannya akan tamat. Karena alasan Rae melakukan sejauh itu karena dia,Denald. Dia tau tidak akan bertahan lama dengan sakit dan depresi yang dilaluinya,lalu dia pasrahkan semua seakan tidak peduli dengan luka yang ada dibahunya. Mata Noah berkaca kaca,lalu dia menghembuskan nafas kecil dan dia berharap Rae mampu melanjutkan kisah cintanya.

Setelah dua jam lamanya, akhirnya Rae sadarkan diri. Dia menangis.
Dia menangis.
Dan dia sangat bersedih.
Noah langsung bangun dan memeluknya.
Memeluknya sangat erat. 



"I miss him." Suara kecil Raechel dari penutup tabung oksigen yang ada dimulutnya.

"I know."

"I miss him.."

"I know."

"Noah, I miss him so badly."

"I know."

"I miss him, I want to see him just this once,not for long."

"I know."

"Noah, take me back we find him."  

"Baby you can rest,i'll find him to you. I promise."

"Are you sure?"

"Yes, yes.Whatever you want."

Papa dan mama sedang terbang kemari. Kuatlah. Noah lalu mencium kening Raechel,tidak kuat
dirinya menahan sedih. Dia menangis, tangannya menyapu tangis agar dia tidak ketahuan sedang bersedih oleh Raechel. Lalu ia membaringkan Raechel ketempat tidur dan membenarkan penutup oksigennya. Raechel menangis tersedu sedu. Dia tidak bisa menahan tangisnya. Cukuplah sudah pedih dan sakit yang dijalaninya. Noah hanya ingin dia tersenyum kembali dengan sehat namun Noah tau itu tidak akan terjadi. 



5 p.m


   Noah sedang duduk kaki sebuah rumah sejalan dengan rumah Raechel,fikirannya kosong. Dia menggenggam sebungkusan bunga. Wajahnya dingin. Saat dia sedang duduk, ada seseorang datang dihadapannya. Menggunakan motor besar, jaket kulit hitam dan sepatu hitam, ternyata Denald. Tetapi Noah hanya melihatnya lalu berpaling. Denald menghampirinya.

"Bukankah kamu laki laki yang bersama Raechel kemarin?" Tanya Denald.

"Ya."

"Kenapa disini bukannya dirumah Raechel? Aku ingin menemuinya,dia ada dirumah? Mau pergi bersama?"

"Kamu tidak ingin bertanya siapa aku? Apa hubungan aku dengan Raechel? Bukankah itu yang harusnya dari kemarin kamu tanyakan?" Noah bertanya menunduk dengan nada yang tinggi.

"Ini yang akan aku tanyakan padanya,pas sekali kamu ada disini. Sekalian aku mau memberitahu sesuatu padanya."

"Apa yang akan kamu beritahu? Bahwa kamu sekarang punya pacar yang lebih lembut dan lebih manis? Ah atau kamu akan bertunangan?" Hentak Noah.

"A..apa yang kamu katakan!? Bagaimana semua .. bagaimana kamu mengatakan itu semua!?"

"Bo*oh! Bahkan Raechel sudah tau apa yang kamu sembunyikan padanya! Sekarang dia pergi karena dirimu,bodoh!" Teriak,Noah berdiri dan melemparkan kepalan tangannya tepat diwajah Denald. Denald jatuh dengan sempoyongan. Denald rebah dilantai.

"A.apa. Apa yang kamu bicarakan? Kemana dia? Dia pergi kemana? Apa dia libu..."

"She died."

"Jaga omongan mu,bren*sek!" Denald kembali berdiri dan membalas tinju pada wajah Noah. Noah lalu mencengkram bahu Denald. Denald sangat histeris mendengar apa yang telah terjadi dengan
Raechel.

"Calm down, akan aku ceritakan yang sebenarnya.
Raechel mengalami penyakit gagal jantung sejak lima tahun yang lalu, karena sudah terlalu parah ginjalnya ikut rusak. Olehkarena itu dia sering pulang kerumahnya sebenarnya dia bukan belibur, dia menemui dokternya, untuk aku periksa kembali penyakitnya. Aku adalah dokternya juga."

"Tidak, tidak mungkin."

"Itu benar, kau tidak akan percaya dengan semua yang akan aku katakan."

"Tetapi dia.."

"Ya. Dia wanita yang kuat dan tangguh."



Flashback on

Saat dia di NY, aku sering mengajaknya ketaman. Saat itu kami bermain ayunan. Dia tampak bahagia sekali. Dia cerewet. Dia banyak cerita tentang dirimu. Bagaimana dia sangat bahagia jika bersamamu. Raechel, bisa dikatakan dia wanita yang tidak seperti umumnya. Dia akan mencintai apa yang membuatnya nyaman. Pada saat itu, dia akan menggenggam jeruji besi yang di penghunung jeruji itu ada emas yang tidak bisa dia lepas. Yaitu kamu

Hari itu ..

"Rae,you have been drinking your medication today?

"Iya sudah,No. Nanyain obat mulu, tanyain coba hari ini aku ingin pergi kemana , belanja apa. Aku sangat bosan pergi ke perarangan bunga ibu."

" What's wrong with your face?"

"Apa kenapa? Kenapa dengan wajahku?"


"Ada yang kamu pendam?"

"Iya,sebenarnya."

"Ceritakanlah."

"I'm not the only one."

"What you talking about?"

"Iya, Denald punya wanita lain selain aku."

"Darimana kamu tau?"

"Aku suruh Mr.S menjaganya untukku. Mr.S sangat sayang padaku,dia akan lakukan apapun untukku."

"Denald tau kamu kemari untuk penyembuhan?"

"Tidak,aku katakan padanya aku ingin berlibur. Aku merindukan ibu."

"Kenapa kamu melakukan itu? Sudah hampir dua tahun kalan berpacaran dia harus tau. Dan saat kamu beritahu, kamu tidak perlu berpura pura menjadi kasar seperti biasanya. Kamu harus jadi drimu sendiri,Rae."

"Noah, dengar ya. Aku tidak ingin di cintai karena aku sakit, terkadang seseorang bisa lebih cinta padamu saat kamu sakit bahkan kamu hampir mau mati baru dia sangat takut kehilanganmu. Aku tidak ingin menyakiti diriku dan menekan Denald seperti itu demi penyakitku. Aku ingin betapa dia mencintai aku dan menginginkan aku disisinya saat aku kasar atau pun lembut. Disaat aku sehat atau pun sakit."

"Kamu benar,tapi berhentilah jika kamu lelah."

"Aku tidak pernah lelah untuk mencintainya, tidak tau mengapa dia lah sisa umurku."

"Sejak kapan dia memiliki wanita lain?"

"Sejak sebulan aku disini, dia adalah orang yang pembosan. Dia sangat lucu sekali."

"Apanya yang lucu,Rae? Lantas kenapa tidak meminta untuk berhenti atau tidak berbicara kepadanya mengapa dia melakukan itu?"

"Noah,sudah aku katakan dia adalah sebagian dari sisa umurku. Aku tidak dapat membuatnya tertawa lebih, aku bahkan tidak bisa membuatnya tersenyum, aku hanya bisa membelikannya barang hanya agar dia dapat bahagia dan aku akan lebih senang lagi dia akan mengganggap aku sebagai wanita yang pernah ada untuknya. Aku akan biarkan dia dengan wanita itu,aku dengar dia sudah merencanakan pertunangan dan aku harap dia bahagia selama aku tidak ada,lagi."

"Kamu tidak boleh bicara seperti itu."

"Kita lihat saja nanti setelah aku pulang nanti, dia akan menuruti semua yang kuperintahkan. Aku akan mengeluarkan kata kata yang sangat kasar untuknya nanti, lihat saja dia pasti tidak akan memberikan respon tertawa."

"Kenapa kamu bisa berfikiran seperti itu,Rae?"

"Noah, apa kamu tidak pernah tau? Seseorang akan berbuat sangat baik bahkan lebih baik dari seorang pembantu saat dia akan pergi."

"Bagaimana kalau dia baik karena dia merindukanmu?"

"Rindu? Seseorang akan berkata kasar, berkata tidak jelas saat dia melihat seseorang yang dirindukan itu tepat dihadapannya.Lalu dia akan memeluknya. Dan dia akan katakan .. I Miss You.. Ah romantis sekali."

"Kamu berbicara bodoh lagi."

"Noah,itu kenyatannya. Dan kenyataannya aku sangat mencintainya,dan aku merindukannya. Aku akan menyuruhnya membuang semua bunga yang akan dia persiapkan nanti lalu akan aku beri lebih dari seharga bunga bunga murah itu."

"Bagaimana kamu tau?"

"Aku melihat planner diponselnya. Haha itu mengapa aku sangat menyukainya. Dia polos dan lucu sekali."
..........
Flashback off


"Noah, apa yang kamu kata kan semua itu benar?"

"Denald,apa untungnya aku berbohong."

"Coba cek ponselmu, kenapa kamu tidak mengangkat telfon darinya. Dia semalaman tidur didepan rumahnya saat mengkhawatirkan mu."

"Ah banyak sekali" Denald mengecek semua pesan yang dia terima dari Raechel.

"Apa tidak ada sesuatu yang dikirimnya?"

"A.ada ada kotak suara yang ditinggalkannya."


--Kenapa kamu tidak menjawab telfon dariku? Denald , maafkan aku. Maafkan aku. Maafkan karena aku mencintaimu. Maafkan aku karena aku tidak bisa melepasmu. Maafkan aku karena mencintaimu. Maafkan aku. Aku merindukan dirimu. Aku khawatir kamu tidak memberiku kabar. Kamu dimana sayang. Maaf aku berbohong padamu. Maaf aku tidak menceritakan bagaimana aku sebenarnya. Maafkan aku hanya memikirkan diriku sendiri. Maafkan aku Denald. Maafkan aku karena telah mencintaimu. Aku akan menunggumu dirumah. Miskin temani aku tidur malam ini. Aku merindukan baumu. Aku akan menunggu mu disini. Jadi cepatlah.--


Denald menjatuhkan ponselnya setelah mendengar pesan yang ditinggalkan Raechel malam itu. Tiadak disangka bahwa pesan itu adalah permintaan terakhir Raechel kepadanya. Dia menangis. Sangat menangis. Noah menenangkannya dengan mengelus punggungnya.


"Kalau kamu merasa ada yang tidak kamu suka darinya,kamu seharusnya katakan. Kalau kamu marah padanya harusnya kamu jelaskan,Bro. Tidak sepantasnya kamu menghilang demi menenangkan dirimu sendiri dan meninggalkan seorang wanita mengkhawatirkan dirimu seperti itu."

"Aku tidak tau kalau ini akan terjadi. Noah,kemana dia dimakamkan? Bisa kau menemaniku pergi ketempat pemakamannya hari ini?"

"Yes, I'll go with you. We'll talk again when in the air. There is no time to explain now."



Denald sangat menyesal dengan yang telah terjadi. Noah berkata padanya jika Raechel ingin Denald bahagia bersama wanita tersebut. Tidak ingin dia merasa menyesal. Tetapi malah sebaliknya, Denald merasakan luka yang sangat dalam. Wanita yang selama ini memberinya sesuatu hanya karena dia ingin laki laki yang dia cintai bahagia dan merasa senang,pergi. Yang dianggap sebagai wanita yang kasar terhadapnya,bahkan dia tidak sadar selama ini wanita itulah yang selalu menutup goresan atas kekasarannya. Denald dan Noah terbang ke NY untuk mendoakan Raechel Russel. Kisah cinta seorang wanita yang kuat, untuk laki laki yang dicintainya. Yang dianggap sebagai sisa dari umurnya. Hanya dialah satu satunya alasan.

Tak. tak. tak. tak. tak. tak. tak.  teeeeeeeeeeeeeeeeeet.

Terlambat.
Seharusnya sebelum terlambat.
Seharusnya sebelum semuanya terlambat.
Sebelum.
Sebelum kehilangannya.
Selamanya.




Karena detik yang berlalu akan menjadi kenangan. Jangan pernah meremehkan kebersamaan. Sebelum waktu mengajarimu arti sebuah kehilangan dan kamu hanya bisa menyalahkan keadaan.
Tetapi, kau akan tahu bagian paling menyebalkan dari mencintai, ketika orang yang kau cintai sepenuhnya hanya mencintai kamu seperlunya. Namun, "Crazy how the person who makes you the happiest also has the power to make you the saddest."-Thoughts



When I close my eyes and try to sleep
I fall apart I'm fighting hard to breathe
You're the reason, the only reason
Even though my dizzy head is numb
I swear my heart is never giving up
You're the reason, the only reason

5second of summer-The only reason~
 .......






TAMAT









Cover by https://www.pinterest.com/amenahhasan/tumblr-and-flickr/
All pict by Tumblr, Flickr, Pinterest,- Google.
Thanks for reading:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar